Senin, 28 Juli 2008

Adakah racun dalam dirimu

cerita motivasi

Dahulu kala dinegeri Cina adalah seorang gadis bernama Li-li.Ia baru
menikah dan tinggal di rumah mertuanya.
Dalam waktu singkat ia tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal
serumah bersama ibu mertuanya,karakter mereka sangat jauh
berbeda.Dan Li-li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya.
Hari berganti hari,bulan berganti bulan Li-li dan ibu mertuanya
tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.
Yang paling Li-li kesal adalah adat kuno Cina yang mengharuskan ia
harus selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan
mentaati segala kemauannya.
Semua kemarahan dan ketidak bahagiaan didalam rumah itu menyebabkan
kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-li yang berjiwa sederhana.
Akhirnya Li-li merasa tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan
kelakuan ibu mertuanya dan ia benar-benar bertekad untuk melaukan
sesuatu.
Li-li menjumpai seorang teman ayahnya seorang sinshe yang bernama
Wang yang mempunyai Toko Obat Cina.
Ia menceritakan semua situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun
yang kuat untuk diberikan kepada ibu mertuanya.
Sinshe Wang berpikir keras sejenak lalu ia berkata:"Li- li,saya mau
membantu kamu menyelesaikan masalahmu tapi kamu harus mendengarkan
saya dan mentaati apa yang saya sarankan.
"Baik,saya akan mengikuti apa yang bapak katakan"
Sinshe Wang masuk kedalam dan tak lama ia kembali dengan menggenggam
sebungkus ramuan."Kamu tidak bisa memakai racun yang keras yang
mematikan seketika untuk menyingkirkan mertuamu karena hal itu akan
membuat semua orang curiga.
Oleh karena itu saya memberi kamu ramuan beberapa jenis tanaman obat
yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun ditubuhnya."
Sinshe Wang melanjutkan, "Setiap hari,sediakan makanan yang enak-enak
dan masukan sedikit ramuan obat ini kedalamnya, lalu supaya tidak
ada yang curiga saat ia akan mati,kamu harus hati-hati sekali dan
bersikap sangat bersahabat dengannya,
jangan berdebat dengannya,taati semua kehendaknya dan perlakuan dia
seperti seorang ratu."
Li-li sangat senang. Ia berterimakasih kepada Sinshe Wang dan
buru-buru pulang kerumah untuk melaksanakan niatnya membunuh sang
ibu mertua.
Mingu demi mingu bulan demi bula berganti,setiap hari li-li melayani
mertuanya dengan makanan yang enak-enak yang sudah "dibumbuinya" .
Ia mengingat pesan sinshe Wang tenteang mencegah kecurigaan,maka ia
mulai belajar untuk mengendalikan amarahnya,mentaati perintah ibu
mertuanya dan memperlakukannya seperti ibu kandungnya sendiri.
Setelah enam bulan berlalu,suasana di dalam rumah berubah drastis.
Li-li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga
ia menemukan dirinya tidak lagi sering marah-marah atau kesal.
Ia tidak pernah lagi berdebat dengan ibu mertuanya.Selama enam bulan
terakhir ia mendapatkan ibu mertuanya kini lebih ramah padanya.
Sikap sang ibu mertua terhadap Li-li telah berubah dan mulai
mencintai Li-li seperti puterinya sendiri.Ia terus menceritakan
kepada kawan-kawannya dan sanak familinya bahwa Li-li adalah menantu
yang paling baik yang ia peroleh.
Li-li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti
layaknya seorang ibu dan anak sesungguhnya.
Suami Li-li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi.
Suatu hari Li-li pergi menjumpai sinshe Wang dan meminta bantuannya
sekali lagi.Ia berkata,"Pak Wang,tolong saya untuk mencegah supaya
racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya janagn sampai
membunuhnya! "
ia telah berubah menjadi seorang ibu yang begitu baik sehingga saya
sangat mencintainya seperti ibu saya sendiri.Saya tidak mau ia mati
karena racun yang saya berikan padanya.."
Sinshe Wang tersenyum dan mengangguk-anggukka n
kepalanya:"Li- li,tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Saya tidak
pernah memberi kamu racun.
Ramuan yang saya berikan kepadamu hanyalah ramuan penguat badan
untuk menjaga kesehatan beliau.Satu- satunya racun yang ada adalah
yang terdapat didalam pikiranmu sendiri dan di dalam sikapmu
terhadapnya. ."
"Tetapi semuanya telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan
kepadanya.."
==========
Sadarkah anda bahwa sebagaimana anda memperlakukan orang lain maka
demikianlah persis bagaimana mereka akan memperlakukan anda?
Ada pepatah Cina kuno berkata :"Orang yang mencintai orang lain akan
dicintai juga sebagai balasannya."

Tidak ada komentar: