Rabu, 30 Juli 2008

Motivasi : Keledai yang jatuh kedalam sumur

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Hewan itu

menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan

apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya , Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu

ditimbun (ditutup - karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si

keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.

Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia

menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si

keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam

sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang

dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tan ah dan kotoran, si

keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan

badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki

tanah itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung

hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur

dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam

tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb)

adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita

(pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan

menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.

Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan

pernah menyerah !

Tidak ada komentar: